Entri Populer

Jumat, 04 November 2011

Diposting oleh Annisa el Husna di 06.36 0 komentar

Common Writing Problems
Writing well is not just an option for students now, but a necessity in the study of a second or foreign language. Along with others skill in English, writing is considered as one way to measure individual’s language proficiency. From a pedagogical point of view, writing is not a natural activity but is a highly complex task. Learning to write fluently and expressively is the most difficult of the four macro skills for all language users regardless of whether the language in question is a first, second or foreign language (Nunan, 1979: 35). Based on this theory, many researchers have proved that almost student has greater difficulty in writing than other. Beside low knowledge of grammar and sentence structure, some of students also difficult to formulate ideas and opinion because they are limited by literacy support. Students who find writing very difficult and frustrating will not interested doing the task, and will try to avoid writing whenever possible. As a result, there are many factors which influence the students’ writing difficulties such as literacy crisis, lack of language capability and low motivation.

First of all, lack of engagement with literacy is one major problem that will create obstacles throughout students’ writing processes. Literacy represents the ability to read and to write.  In case, students often do not ‘enough’ information to support their creativity in writing, so that the ideas not connected and relevant with the topic.  They are also not sure that neither these ideas nor the vocabulary they use is unnecessarily repetitive. Literacy would be most helpful in require creativity and critical thinking to improve students’ writing ability. Graham and Perin (2007:7) note that writing is sometimes seen as the “flide side” of reading. It shows that students must be skilled readers to be skilled writers. Much of reading is useful to enrich writers’ background of knowledge which necessary to present an idea, developing and organizing the idea into good written form.
Another of difficulties in writing is lack of language capability which consists of grammar mastery, vocabulary, and structure of sentences. It can be shown by recent study (Bahri & Sugeng, 2009) found that eight most common errors of students’ writing were: verb-tenses, articles, word forms, capital letters, punctuation, missing words, spelling, and prepositions. Apparently some students possess limited vocabulary and poor understanding of grammar. So, they get difficulties in doing their writing tasks. Moreover, good writing relies on a student's language abilities. A language problem may manifest student's writing itself as awkward phrasing and inappropriate use complete sentences in their writing.
In addition to literacy crisis and less of language capability, finally is about motivation. Motivation has long been a major problem for most teachers of English as a Second Language (ESL) or as a foreign language. Lack of motivation is a reason for failure and low self esteem in writing activities. Student lacking in motivation usually passive in writing activities. According to Lo and Hyland (2007) motivation is also influenced by learners’ sense of agency and feelings of mastery and control over the learning activity and their interest in it. There could be many reasons why the student is not motivated, for example a weaknesses in literacy support and language capability. The combining of those problem become distorted image of self indirectly, stuck their mind as difficulty getting started on writing assignments. Even though student may have good writing intentions, focusing mostly on grammar seems more difficult to do. There are many errors that they will make, when they do writing. Furthermore, formulating an idea in writing can be difficult because it involves transforming or reworking information, which is much more complex if the students’ lack of literacy support.  So that, students felt under pressure every time dealing with writing task and consider writing as uninterested activities.

To conclude, writing is produced in different formats, such as sentences, lists, outlines, paragraphs, essays, letters, and books. The ability to write well is not a naturally acquired. It is must be practiced and learned through experience. Otherwise, students writing in a second language can not get beyond in language problems when doing their writing. Individuals may have difficulty with one or more aspects of written language such as proper use of grammar, vocabulary, organizational skills, and initiating writing. Also, the lack of literacy support and unconfident with own writing product can make the task of writing even more complicated.


REFERENCES
1.      Lo, J., & Hyland, F. (2007). Enhancing students’ engagement and motivation in writing: The case of primary students in Hong Kong. Journal of Second Language Writing, 16(4), 219–237.
2.      Nunan, David. 1979. Designing Tasks for the Communicative Classroom. New York: Cambridge University Press.
4.      Graham, S., & Perin, D. (2007). Writing next: Effective strategies to improve writing of adolescents in middle and high schools – A report to Carnegie Corporation of New York.Washington, DC:Alliance for Excellent Education.
5.       journal.uny.ac.id/index.php/joe/article/.../98 DIFFICULTIES IN WRITING IN VOCABULARY AND GRAMMAR OF THE SECOND YEAR STUDENTS OF SMPN I SELONG EAST LOMBOKWEST NUSA TENGGARA IN THE SCHOOL YEAR 2008/2009
Saiful Bahri (Hamzanwadi College Selong Lotim NTB)
Bambang Sugeng (Yogyakarta State University)






Selasa, 06 September 2011

MATERI SOSIOLOGI KELAS XI IPS: MOBILITAS SOSIAL

Diposting oleh Annisa el Husna di 06.15 0 komentar
MATERI SOSIOLOGI KELAS XI IPS: MOBILITAS SOSIAL

Minggu, 07 Agustus 2011

Berbohong Ternyata Membahayakan Kesehatan (Whooila!)

Diposting oleh Annisa el Husna di 06.39 0 komentar

Mereka yang dalam posisi menyembunyikan sesuatu menempatkan dirinya dalam bahaya. Rasa bersalah hanyalah awal. Seiring dengan rasa bersalah, mereka yang berbohong, menghilangkan kebenaran atau menyimpan rahasia berisiko terhadap beberapa komplikasi kesehatan.

“Sebagai permulaan, berbohong melepaskan hormon stres. Peningkatan hormon ini menyebabkan denyut jantung dan pernapasan meningkat, pencernaan melambat, dan hipersensitif pada serat otot dan saraf,” kata MD Saundra Dalton-Smith
, penulis Set Free to Live Free: Breaking Through the 7 Lies Women Tell Themselves.

Efeknya mungkin tidak serius, tapi seiring waktu, berbohong dapat menyebabkan kondisi, seperti penyakit jantung koroner, stroke
, kanker, diabetes, dan gagal jantung. Mengapa?

“Tekanan darah meningkat dalam hati ketika Anda berbohong. Inilah yang dapat mengancam hidup Anda dalam jangka waktu lama
,” kata Dr Smith, seperti dikutip dari Bettyconfidential.

Sebagai informasi, kaitan antara tekanan darah dan berbohong seperti ditunjukkan alat pendeteksi kebohongan. Polygram atau lie detector bisa akurat menguji kebohongan karena alat ini mengukur tekanan darah seseorang.

Mungkin berbohong tidak secara cepat membuat Anda terserang stroke
, tapi ada bukti bahwa semakin Anda berbohong, semakin mudah Anda mendapatkan bencana.

Menurut hasil penelitian pada November 2010 oleh Departemen Psikologi Universitas Ghent di Belgia dan telah dipublikasikan jurnal Consciousness and Cognition
, “Sering berkata jujur membuat seseorang sulit berbohong, dan sering berbohong membuat seseorang lebih mudah berbohong.”

“Dengan kata lain
, Anda menuai apa yang Anda tabur. Semakin sering Anda berbohong maka semakin mudah Anda melakukannya, begitupun sebaliknya,” kata Dr Smith.

Mereka yang kerap berbohong atau menyimpan rahasia besar selama bertahun-tahun mungkin tidak merasakan gangguan apapun. Namun dari waktu ke waktu, mereka secara signifikan lebih berisiko pada kondisi kesehatan yang buruk.

Ternyata, berbohong tidak hanya menyakiti hati seseorang secara, tapi juga tubuh Anda.

“Daripada terjebak dalam lingkaran setan kebohongan seperti dalam film The Dilemma
, jalan terbaik adalah jujur secara konsisten,” saran Dr Smith.

Sayang, Apa kau disana?

Diposting oleh Annisa el Husna di 06.37 1 komentar

Sayang, Apa kau disana?
Hati ku kedinginan sayang,
Diterpa hujan dan badai
Selimuti hati ini sayang,
Ku menunggu.
Sayang, Apa kau disana?
Sepi ini membunuhku sayang,
Damaikan aku.
Peluk gundah ku sayang,
Hibur dia.
Sayang, Apa kau disana?
Datang dan sentuhlah aku sayang,
Saat itu aku adalah malaikat bagimu.
Dengan kesetiaan dan kepatuhannya,
Cepatlah kembali.

Rabu, 25 Mei 2011

Ikan Mas Bodoh

Diposting oleh Annisa el Husna di 06.42 0 komentar
Apakah kamu tau? Bebh bahwasanya Ingatan ikan mas hanya bertahan 2 detik, jadi setiap 2 detik ia akan lupa semuanya. Sungguh hidup ikan mas tdk pernah membosankan, walau berada dalam aquarium, ia tidak akan pernah bosan, karena ia kan bilang "dimana aku?" Dia akan selalu merasa di tempat yg baru setiap 2 detik/sekali. Ikan Mas bodoh donk? Memang, ikan mas itu bodoh. Jadi kesimpulannya adalah Ikan Mas Amnesia tiap 2 detik/sekali. Oohh.. Ini lebih parah daripada Sanjay Shingania (Ghajini). Sbg penderita Amnesia kambuhan, maka ini ku bagi ama kamu yg juga mengalami Amnesia temporer, agar kita berusaha agar tdk jadi spt Ikan Mas yg bodoh.. LOL!!!!

Bangun Tengah Malam Bersama Indomie

Diposting oleh Annisa el Husna di 06.30 0 komentar

Masa kuliah bagiku adalah masa-masa yang paling berkesan yang pernah ku alami. Banyak pengalaman menyenangkan telah ku lalui selama menyelesaikan S1 ku di IAIN Imam Bonjol Padang. Dalam masa itu, ada sahabat-sahabat dan keluarga besar yang menemaniku saat susah maupun senang. Pemondokan Bundo tepatnya kisah itu berawal. Pemondokan dua lantai itu adalah rumah kedua bagiku beserta sahabat-sahabatku. Berbagai kekonyolan, canda tawa, kegelisahan serta air mata telah ku lewati bersama mereka. Dan Indomie pun memiliki peranan penting dalam kisah ku ini.
Aku beserta teman-teman baikku tinggal di lantai dua Pemondokan Bundo. Satu kamar diisi dua orang. Namun hampir setiap malam aku menghabiskan waktu dengan sahabat-sahabatku, diantaranya ada Yanti, Mira, Uus dan Madia. Saat kami santai dengan tugas perkuliahan, kami suka tidur bareng dalam 1 kamar. Kami menghabiskan malam dengan mengobrol dan menonton film. Anehnya, setiap kali berkumpul, kami sering mengalami imsomnia atau tiba-tiba terbangun di tengah malam dan tidak bisa tidur lagi.
Dan rasa lapar pun datang, tidak ingin makan sesuatu yang berat, tentu saja jawaban setia kami adalah Indomie. Kami bangun dan berpencar. Setiap kamar pastinya punya persedian Indomie berbagai rasa. Saatnya kami bangun ditengah malam, beranjak ke kamar masing-masing mengambil persedian Indomie dan mengumpulkannya. Biasanya terkumpul dua sampai tiga buah Indomie dengan rasa yang sama, kalo anggota lagi banyak lebih dari 4 orang, kami tidak segan mengetuk pintu kamar teman-teman yang lain buat meminjam Indomienya. Hal yang aneh yang sering kami lakukan di tengah malam saat tidak bisa tidur. Rasa favorit ku dan teman-teman yang lain adalah rasa Kari Ayam. Bumbunya yang khas dengan kuah yang lezat sangat cocok di santap di tengah malam yang dingin. Disaat yang lain umumnya sudah terlelap dalam tidurnya, kami bersama merebus Indomie dan menyantapnya dengan lahap dengan diselingin canda dan tawa. Sungguh nikmat, apalagi dilakukan saat bersama-sama. Indomie menyatukan kami
 

Kumpulan Karya Tulis Annisa Nazar Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template and web hosting Graphic from Enakei